Orang Sukses…..

Setiap orang berkeinginan untuk sukses… Sukses dalam studi, sukses punya kerjaan, sukses punya rumah dan isinya, sukses dalam berkarir dan lain-lainnya. Kesuksesan adalah buah dari jerih payah yang dirintis dulu. Namun tidak jarang kesuksesan diraih dengan berbagai upaya yang merugikan orang lain.

Kesuksesan yang dinilai orang saat ini adalah kesuksesan lahiriah. Sesuatu yang dimiliki oleh orang yang tampak dan dapat diindera. Punya kerjaan, nilai rapor dan indeks prestasi yang bagus, rumah milik sendiri, karirnya terus melonjak. Semua itu adalah kesuksesan duniawi. Terkait dengan kesuksesan rohani, apakah ada orang yang pernah menilainya?

Kesuksesan rohaniah jarang dan bahkan tidak pernah dikomentari oleh banyak orang. Bagaimana orang bersikap jujur, tanggung jawab, apa adanya, tulus jarang dipuji orang, bahkan cenderung untuk dilecehkan dan disingkirkan. Lebih jauh dari itu, kesuksesan rohani lebih menunjuk pada bagaimana orang tersebut dekat dengan Yang Maha Kuasa dan mengimplementasikan kedekatannya pada sesama. Kedekatan dengan Yang Maha Kuasa akan memberikan rasa damai. Semakin dekat dengan Yang Kuasa maka orang tersebut akan semakin damai. Kedamaian ini kemudian diimplementasikan pada kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian amarah, iri, dengki, permusuhan dan nafsu-nafsu duniawi akan menghilang dari dunia ini.

Kedekatan dengan Yang Maha Kuasa dapat diusahakan dengan banyak cara. Orang bisa berpuasa, mengurangi tidur malam, prihatin, menghindari nafsu keduniaan, bertapa, mati raga, tidak ego dan sebagainya. Awal dari mendekatkan diri pada Yang Kuasa adalah BERTOBAT. Pertobatan itu datang dari niat murni dari dalam hati. Selama seseorang tidak memiliki niat untuk bertobat, maka orang tersebut belum memulai pertobatan. Pertobatan yang dilakukan hanyalah sementara saja. Manakala nafsu dunia menggoda, dia akan terjerumus lagi ke dalam perkara yang sama. Maka hal ini percuma. Pertobatan itu diwujudkan dalam tingkah laku sehari-hari.

Implementasi pertobatan itulah yang kemudian memberikan rasa kedamaian pada orang lain. Kesuksesan secara rohani tercapai apabila orang yang memberikan kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan pada orang lain baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar (kuantitas). Pencapaian kesuksesan rohani ini memang dan sungguh berat. Tidak sembarang orang bisa mencapai kesuksesan itu. Bahkan dalam proses pencapaian kesuksesan rohani, banyak orang yang mencibir “sok suci”, “berlagak baik”, “pura-pura”, “penipu”, bahkan disingkirkan dan dijauhi oleh relasi dan sahabatnya.

Dengan demikian, kesuksesan seseorang tidak hanya diukur dari harta benda dan karir yang kasat mata, namun juga diukur dari sisi kerohaniannya. Sejauh saya membaca buku belum ada alat ukur yang dapat mengukur kesuksesan rohani seseorang. Orang itu sendiri dan orang-orang yang ada di sekitarnyalah yang menilai kerohaniannya.

Bukan hanya kesuksesan jasmani saja yang harus diperjuangkan oleh orang, namun kesuksesan rohani juga harus diperjuangkan demi Indonesia yang lebih baik dan nyaman untuk ditinggali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: