Garuda Pancasila, di mana kini Kau berada….

Garuda Pancasila
Akulah Pendukungmu
Patriot Proklamasi
Sedia Berkorban untukmu
Pancasila Dasar Negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi Bangsaku
Ayo maju-maju
Ayo maju-maju
Ayo maju-maju
Syair lagu tersebut di atas, sungguh indah. Dalam syair tertulis “Akulah Pendukungmu”. memberikan makna dan semangat bahwa rakyat Indonesia menyetujui bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai dasar kehidupan bernegara. Rakyat juga siap untuk berkorban dan mempertahankan Pancasila yang dijadikan sebagai pribadi Bangsa Indonesia. Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk.
Bentrokan-bentrokan antara mahasiswa dan polisi membuyarkan semangat Pancasila. Seakan keakuan yang mendominasi pada masing-masing pribadi. Persatuan dan kesatuan bangsa terancam. Konflik-konflik horisontal makin sering terdengar dan terjadi. Sungguh memprihatinkan nasib bangsa Indonesia. Mengapa harus bentrok?
Apabila mahasiswa demo di DPRD, maka anggota DPRD (syukur-syukur ketua DPRD) bersedia menemui mahasiswa. Aspirasi mahasiswa harus didengarkan. Aspirasi yang diusung mahasiswa tidak jelek. Bahkan baik. Aspirasi ini sebagai kontrol rakyat pada wakilnya. Aksi ini juga sebagai wujud nyata CINTA akan Bangsa dan Negara Indonesia. Bayangkan saja, setiap kita marah kepada seseorang, itu terjadi karena kita memperhatikan orang tersebut, kita menyayangi orang tersebut. Kalau kita tidak memperhatikan dan menyayangi orang tersebut maka kita tidak akan marah, kita “cuek” terhadap orang tersebut.
Namun, kadang banyak dijumpai bahwa anggota (bahkan ketua) DPRD tidak bersedia menemui mahasiswa. Hal inilah yang menyebabkan kondisi semakin runyam. Katanya wakil rakyat, tetapi kok tidak mau menemui rakyatnya?? Aneh!!! Kebanyakan berakhir bentrok dengan polisi.
Kembali ke Pancasila: Mana semangat Pancasila kita? Apakah Pancasila sudah tidak bermakna lagi? Apakah Pancasila sudah tidak menjadi pribadi rakyat Indonesia?
Kemanakah Garuda Pancasila? Apakah ia sudah terbang mengangkasa meningggalkan bumi Indonesia? Apakah semangat Pancasila kita sudah luntur seiring dihapuskannya P4?
Tampaknya semangat dan nilai-nilai yang tertuang dalam Pancasila harus kita tebarkan, kita semai, kita pupuk kita rawat dan kita besarkan lagi. Reformasi tidak berarti bahwa Dasar Negara hilang, lenyap tak berbekas. Mari kita tumbuhkan lagi semangat Pancasila dengan cara-cara yang sederhana yang dapat kita lakukan. Wujudnyatakan Pancasila, jangan sekedar di tulisan atau omongan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: